Syarat Hewan Qurban

qurban-sapi

Syarat Hewan Qurban

Penyembelihan qurban ketika hari raya Idul Adha disebut dengan al udh-hiyah, sesuai dengan waktu pelaksanaan ibadah Qurban tersebut, sehingga makna al udh-hiyyah menurut istilah syar?i adalah hewan yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Ta?ala, dilaksanakan pada hari an nahr (Idul Adha) dengan syarat-syarat tertentu.

Pelaksanaan hewan qurban dilakukan di bulan Dzulhijjah atau biasa kita sebut bulan Haji, Tepatnya dimulai Tanggal 10 Dzhulhijjah.

Qurban ialah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas shalat ‘Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu ,11,12 dan 13 Zulhijjah kerana beribadah kepada? Allah SWT, yaitu sebagai menghidupkan syariat Nabi Allah Ibrahim a.s. yang kemudian disyariatkan kepada Nabi Muhammad s.a.w.

sebagaiman dalam ayat Al-Quran :

Firman? Allah s.w.t. yang bermaksud:

” Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebahagian daripada syi’ar Allah, kamu memperolehi kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah diikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (surah al-Haj:36)

Hadist Rasulullah saw
Diriwayatkan dari Tirmidzi dan Hakim dari Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda dengan maksud: “Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.” (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim).

Syarat Hewan yang boleh di kurbankan

[1]. Hewan qurban adalah binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

[2]. Telah sampai usia yangtelah ditentukan unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun
sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
Al-Jadza? adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

[3]. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ?alaihi wa sallam.

Artinya :
Diriwayatkan dari Baraa bin ?Azib bahwa Rasululah SAW bersabda: Tidak boleh seseorang berkurban apabila hewan kurban tersebut memiliki cacat kebutaan, berpenyakit, pincang , dan sangat kurus .

Pendapat ulama fiqih mazhab Syafi?i bahwa hewan kurban yg memilki cacat seperti hadist di atas hukumnya makruh ( Kitab Al-Muhadzab)

[4]. Hewan qurban tersebut milik orang yang berqurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berqurban dengannya. Maka tidak sah berqurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

[5]. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berqurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.

[6]. Penyembelihan qurban harus dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan syariat yaitu mulai tanggal 10-13 Dzulhijjah (hari rayaIdhul Adha dan hari Tasyrik). Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan qurbannya tidak sah
Hukum berkurban adalah Sunnah

Artinya :
Diriwayatkan dari Anas ra. Bahwa Rasulullah Saw telah menyembelih dua ekor kibas dan Anas berkata : Aku telah menyembelih dua ekor kibas dan tidak wajib bagi kalian melakukannya

Artinya:
Rasulullah bersabda Setiap hari tasyrik adalah hari untuk menyembelih kurban

Hikmah di Balik Menyembelih Qurban

Pertama :
Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.
Kedua :

Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim?khalilullah (kekasih Allah) alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ?alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).

Ketiga :
Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma?il Alaihimas Salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Ismail pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat kisah ini, seharusnya mereka mencontoh.

Bagi anda yang ingin menyalurkan hewan Qurban, Silahkan KLIK DISINI



NB :
- Anda Ingin Berdonasi, Silahkan Hubungi Sekretariat Kami di 021 – 700 955 06
- Mau Dapat Info Terbaru Kami Via E-mail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Incoming search terms:

  • 3 syrat qurban yg diterima disi allah
  • makna surat As-Syukur

Other Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>